Kamis, 19 Mei 2011

Planet Gliese 581d Dipastikan Layak Huni

Gliese 581d, sebuah planet bebatuan raksasa yang mengitari sebuah bintang red dwarf (bintang dengan massa lebih rendah dibanding Matahari dan bersuhu di bawah 4000 derajat Kelvin) dikonfirmasi sebagai planet pertama yang memenuhi persyaratan mampu menampung kehidupan.

Planet yang berjarak sekitar 20 tahun cahaya dari Bumi ini merupakan salah satu tetangga terdekat planet kita. Ia diperkirakan bersuhu cukup hangat dan cukup basah untuk menumbuh kembangkan kehidupan serupa yang dimiliki planet Bumi.

Gliese 581d mengorbit di zona Goldilocks (kawasan di mana kehidupan dimungkinkan terbentuk) milik bintang Gliese 581. Seperti diketahui, di Goldilocks zone, temperatur tidak terlalu panas sehingga menyebabkan air mendidih ataupun tidak terlalu dingin hingga membuatnya membeku namun berada di suhu yang tepat agar air tetap dalam bentuk cair.

“Dengan atmosfir yang padat akan karbon dioksida, yang merupakan skenario paling memungkinkan untuk planet berukuran raksasa, iklim di Gliese 581d stabil dan cukup hangat untuk memiliki samudera, awan, dan curah hujan,” kata peneliti National Centre for Scientific Research (CNRS).

Dikutip dari Daily Galaxy, 19 Mei 2011, menurut penelitian yang dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters, Gliese 581d memiliki massa setidaknya 7 kali lipat dibanding Bumi berukuran sekitar 2 kali lipat planet Bumi.

Sebelum ini, perhatian astronom justru fokus ke saudaranya, yakni planet Gliese 581g, setelah diketahui bahwa planet tersebut memiliki massa serupa dengan massa Bumi dan juga berada di dekat zona Goldilocks.

Pertamakali ditemukan pada tahun 2007, Gliese 581d awalnya tidak masuk kandidat sebagai tempat untuk mencari kehidupan di luar Bumi. Salah satu alasannya adalah ia hanya mendapat sepertiga radiasi Matahari seperti yang didapat Bumi dan kemungkinan ‘tidally locked’ atau hanya satu sisi yang selalu menghadap mataharinya dan punya siang dan malam hari permanen.

Akan tetapi, pemodelan terbaru yang dibuat oleh Robin Wordsworth, Francois Forget, dan rekan-rekan ilmuwan CNRS lainnya menunjukkan hasil yang mengejutkan. Atmosfir planet itu mampu menyimpan panas berkat padatnya gas CO2 dan dihangatkan oleh cahaya dari bintangnya.

“Secara keseluruhan, temperatur di sana memungkinkan air cair hadir di permukaan planet itu,” kata peneliti. “Massa planet yang besar juga berarti gravitasi di permukaannya kurang lebih dua kali lipat dibanding gravitasi Bumi,” ucapnya.

Akan tetapi, tidak begitu saja peneliti bisa mengirimkan astronot ke planet itu. Dari Bumi, pesawat ruang angkasa yang mampu terbang dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun untuk tiba di sana. Sayangnya, teknologi roket yang sudah dimiliki umat manusia saat ini baru bisa mengantarkan kita ke Gliese 581d dalam waktu 300 ribu tahun

Kamis, 05 Mei 2011

Apa itu Navy SEALs??

BAGI penggemar film-film aksi Hollywood, nama Navy SEALs (singkatan dari sea, air, and land/laut, udara, darat) sudah tak asing lagi. Ketangguhan dan kehebatan pasukan khusus Angkatan Laut AS ini sudah beberapa kali ditampilkan dalam film, misalnya Navy SEALs (1990) yang dibintangi Charlie Sheen, The Rock (1996) yang menampilkan Sean Connery dan Nicolas Cage, serta G.I. Jane (1997) dengan bintang Demi Moore.
Pasukan khusus ini mulai dikenal luas sejak keterlibatan mereka dalam Perang Vietnam, perang besar pertama yang mendapat liputan masif televisi. Dalam perang itu, prajurit-prajurit SEALs dikabarkan mampu bertarung satu lawan satu dengan tentara Vietcong dan terlibat dalam operasi-operasi rahasia bersama CIA.
Namun, bagi para mantan anggota Navy SEALs, citra yang ditampilkan Hollywood dan dunia budaya pop itu jauh dari kenyataan. ”Orang-orang yang ingin jadi Rambo biasanya justru tidak lulus pelatihan SEALs. Jika Anda tidak bisa menjadi anggota tim yang baik, sekaligus bisa berfungsi secara mandiri, biasanya tak akan tahan lama dalam latihan SEALs,” tutur Brandon Tyler Webb, mantan penembak jitu SEALs.
Di dalam Navy SEALs, terdapat kesatuan yang lebih elite bernama Naval Special Warfare Development Group (sering disingkat DevGru) atau lebih populer dengan sebutan SEALs Team Six (ST6).
Kesatuan elite
DevGru atau ST6 merupakan satu dari dua pasukan elite AS yang berisi prajurit-prajurit pilihan dan berkemampuan khusus untuk menjalankan operasi-operasi militer rahasia. Tandingan DevGru adalah pasukan elite 1st Special Forces Operational Detachment-Delta atau disingkat Delta Force dari Angkatan Darat AS.
Media-media utama di AS menyebut penyerbuan rumah Osama bin Laden yang menewaskan pemimpin Al Qaeda itu di Abbottabad, Pakistan, Senin lalu, dilaksanakan oleh tim ST6 ini.
Meski demikian, konfirmasi langsung dari para prajurit yang terlibat dalam operasi tersebut mungkin tak akan pernah terjadi karena kerahasiaan menjadi hal yang paling dijunjung tinggi dalam kesatuan elite itu. ”Menjadi profesional yang diam. Tak ada tempat buat para pembual dan orang banyak omong di SEALs,” tutur Chris Heben, mantan anggota SEALs selama 10 tahun.
Bahkan, para mantan anggota SEALs yang diwawancara CNN menjadi sangat berhati-hati saat membicarakan DevGru atau ST6. Mereka hanya mengatakan, seorang prajurit dipilih oleh atasannya untuk masuk ke dalam unit khusus karena memiliki spesialisasi kemampuan tertentu.
Akan tetapi, mereka juga harus mampu mengerjakan tugas anggota tim yang lain apabila anggota tim yang bersangkutan terluka atau tewas dalam pertempuran. ”Mereka harus menjadi lebih dari sekadar prajurit terampil,” kata Webb.
Mantan anggota SEALs lainnya, Don Shipley dari Virginia, menambahkan, seluruh kualitas terbaik harus dimiliki anggota ST6. ”Mereka orang-orang terbaik yang dimiliki Amerika. Mereka memiliki penglihatan yang berbeda dengan orang biasa, inteligensi di atas rata-rata, serta secara genetis memiliki kualitas untuk menahan berbagai macam cobaan dan hukuman. Mereka ditempa dengan sangat keras,” tutur Shipley.
Seperti namanya, mereka harus mampu menjalankan segala jenis misi di laut, darat, dan udara, mulai dari misi tempur, antiteror, dan pembebasan sandera. Meski demikian, sesuai latar belakang mereka sebagai bagian dari Angkatan Laut, spesialisasi mereka adalah misi-misi di wilayah perairan.
Latihan berat
Sebelum diterima menjadi anggota SEALs, seorang calon prajurit harus menjalani latihan yang sangat berat. Gambaran beratnya latihan ini bisa ditonton dalam film G.I. Jane meski sekali lagi, pasti masih jauh dari kenyataan sesungguhnya.
Menurut Stew Smith, mantan anggota SEALs dari Maryland, latihan dasar dan paling berat adalah latihan basic underwater demolition (Buds), yang dilakukan pada masa enam bulan pertama latihan. Salah satu bagian dari latihan ini menuntut aktivitas seorang calon prajurit selama 120 jam nonstop tanpa tidur, yang meliputi berenang, lari maraton, latihan halang rintang, menyelam, hingga melakukan navigasi.
Selama lima hari, yang dijuluki Minggu Neraka, setiap peserta dibiarkan selalu dalam keadaan dingin, basah, lapar, dan tidak tidur.
Begitu beratnya latihan ini, hanya segelintir peserta yang bisa lulus. Rata-rata 85-90 persen peserta latihan tidak akan lulus.
Menurut Smith, latihan Buds yang sedang berlangsung saat ini tinggal diikuti 190 orang dari 245 peserta awal. Padahal, latihan baru berjalan tiga minggu.
Setelah lulus Buds, seseorang resmi diterima sebagai anggota Navy SEALs dan ditugaskan dalam satu tim. Namun, masih butuh latihan lain selama 12 bulan dengan anggota tim tersebut sebelum mendapat penugasan.
Sejarah SEALs berawal dari beberapa kesatuan khusus dalam Perang Dunia II, seperti Naval Combat Demolition Unit, yang terlibat dalam invasi menyerang pasukan Nazi di Afrika Utara pada 1942. Saat merencanakan invasi terhadap Jepang, militer AS juga menyadari perlunya satuan khusus beranggotakan prajurit istimewa ini.

Bunuh Osama, Obama Dilaporkan ke Polisi


Di saat warga Amerika Serikat memuji keberhasilan Presiden Barack Obama menumpas gembong teroris yang paling dicari, Osama Bin Laden, aksi dua pria Belanda ini justru sebaliknya.

Mereka, Ruud Snoeren dan Terry Flohr justru melaporkan Obama ke kantor polisi setempat. Tuduhannya: membunuh Osama. Obama dituduh melakukan kejahatan dengan cara memerintahkan pasukan khusus AS menggempur persembunyian Osama.

"Kami sangat marah," kata, Snoeren (30) yang berprofesi sebagai pengacara, seperti dimuat Telegraph, 5 Mei 2011. "Ada seorang pembunuh yang telah mengakui perbuatannya di televisi. Ia juga membuang bukti ke laut. Dan seluruh dunia merayakan."

Aksi melaporkan Obama, tambah dia, bukan berarti membela Osama bin Laden atau mendukung teroris. Namun, menurut mereka, bos Al Qaeda itu semestinya ditangkap dan diadili atas kejahatannya.

Bagaimana tanggapan polisi?
Kepolisian Kota Tilburg, Belanda menolak kasus ini. Meski mencatatnya dalam register, polisi mengatakan pada pelapor ini di luar kewenangan mereka. "Ini bukan berarti kami tak menganggap kasus ini serius, tapi ini bukan kasus yang sesuai untuk polisi Tilburg," kata juru bicara kepolisian.

Dua pelapor lantas dianjurkan untuk mengajukan laporan ke pengadilan kejahatan perang internasional yang berbasis di Den Haag. "Kami akan mempertimbangkan hal itu," kata Flohr, 29, seorang mahasiswa.
Osama tewas dalam penyerbuan pasukan US Navy SEAL di Pakistan Senin 2 Mei 2011. Beberapa kaki tangannya juga ikut tewas. Presiden AS, Barack Obama memutuskan, tak akan merilis foto Osama kala tewas, sesuai tuntutan sejumlah pihak. Itu agar tak jadi bahan propaganda. Juga, tak ada nisan yang menandai makam Osama. Jasadnya tak dikubur, namun dicemplungkan ke sebuah titik di Laut Arab.